Penyakit lymphogranuloma venereum, berikut pengertiannya.

lymphogranuloma venereum

Kondisi lymphogranuloma venereum (LGV) merupakan infeksi menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis jenis tertentu. Penyakit tersebut merupakan penyakit endemik di daerah tropis, khususnya khususnya pada kawasan di Asia Tenggara, Afrika, India, Amerika Selatan, dan Karibia. Perlu diketahui juga, penyakit tersebut seringkali terjadi pada pasangan homoseksual, terutama sesama pria. ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian daerah lipat paha dan luka (ulkus) di area genital atau kelamin yang dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit tersebut juga dapat muncul bersamaan dengan infeksi menular seksual lainnya, misalnya pada penderita HIV. diare yang diakibatkan oleh peradangan merupakan salah satu petanda munculnya penyakit tersebut, luka, dan penyempitan di bagian anus atau dubur, serta ujung usus besar atau rektum. 

Seringkali kita jumpai kondisi tersebut juga dapat muncul pada penerima hubungan seks anal terhadap  pasangan sesama pria disertai dengan beberapa tanda munculnya nyeri pada bagian daerah anus serta keluarnya nanah dan darah, sehingga dapat menyerupai infeksi saluran pencernaan.Tanpa penanganan yang baik, penyakit lymphogranuloma venereum dapat menyebabkan ulkus yang membekas, pembesaran organ genital, serta penyumbatan sistem pembuluh getah bening. Adapun 3 tahapan gejala dapat terjadi pada penyakit lymphogranuloma venereum tersebut. Tahap 1 terjadi sektar 3 hari hingga 3 minggu setelah seseorang terkena infeksi Chlamydia trachomatis. Gejala LGV tahap 1 biasanya ditandai dengan munculnya ulkus dangkal yang tidak terasa sakit pada bagian organ genital luar. Serta timbul pembesaran kelenjar getah bening di daerah lipat paha yang dapat pecah serta membentuk rongga. tahap 2 dapat terjadi sekitar 10-30 hari setelah terkena bakteri Chlamydia trachomatis, namun gejala stadium 2 dapat berkembang selama berbulan-bulan. 

Gejala tersebut sepertihalnya Munculnya pembesaran kelenjar getah bening yang tidak hanya di lipat paha, namun di daerah panggul dan dalam perut. Pembesaran ini terasa nyeri dan sekelilingnya terlihat kemerahan. Jika LGV terjadi pada daerah mulut akibat seks oral, pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi di leher. Pembesaran kelenjar getah bening dapat pecah membentuk rongga (sinus) atau saluran abnormal (fistula). Serta kulit menjadi kemerahan. Penyakit lymphogranuloma venereum tahap 3 dapat muncul hingga 20 tahun pasca infeksi terjadi. LGV tahap 3 seringkali terjadi pada wanita akibat tidak teridentifikasinya LGV stadium 1 dan 2. Secara umum, berikut sepertihalnya Pembengkakan dan kemerahan di daerah rektum seperti hemoroid akibat penyumbatan pembuluh getah bening. Keluarnya darah dan nanah dari anus. Nyeri daerah anus dan tenesmus, yaitu rasa tidak puas setelah buang air besar dan ingin buang air besar walaupun setelah dilakukan, disertai gatal-gatal yang terjadi pada anus. Dan masih banyak lagi gejala yang akan terjadi.  

Gejala awal dari penyakit limfogranuloma venereum adalah bermula dari 1 sampai 4 minggu setelah terinfeksi, akan muncul bintik-bintik dan sakit pada alat kelamin luar, namun bintik-bintik tersebut dapat sembuh dengan cepat. Kemudian node limfa di dalam selangkangan akan membengkak, memerah, dan menjadi lebih lunak. Selain itu, muncul pembentukan abses, nanah yang menetes, dan darah yang menjadi lebih buram. Demam, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, muntah bahkan nyeri sendi yang merupakan suatu gejala yang akan terjadi. berikut beberapa tanda yang akan dialami, sepertihalnya:

Rasa sakit luar biasa yang tak mempan diobati dengan obat pereda nyeri
Diare selama mengonsumsi antibiotik 
Suhu tubuh yang sangat tinggi (panas)
Tubuh Anda tak cocok dengan obat yang diresepkan dokter 

Sumber: Halodoc.com

Posting Komentar

1 Komentar