Warga Banjar Siap Jadikan Kurma Sebagai Ikon Kota Banjar

Kurma Ikon Banjar

Semakin berkembangnya zaman, ide – ide kreatif yang unik dan menarik pun juga berkembang pada kaum muda Indonesia. Salah satu contohnya adalah seorang warga Banjar, yang menanam beberapa pohon benih kurma. 

Uniknya, warga Banjar ini menanam pohon kurma, dengan maksud untuk menjadikannya ikon kota Banjar.

Banjar Gaet Kurma Sebagai Ikon Kota 
Seperti diulas harapanrakyat.com pada laman websitenya, Ide untuk membuat pohon kurma menjadi ikon kota, tidak langsung muncul begitu saja. Awalnya ide ini berawal dari seorang warga Banjar yang bernama Erwanto, ia mencoba – coba menyemai biji kurma konsumsi dan berhasil tumbuh hingga 80 pohon benih. 

Dari keberhasilannya tersebut, maka terbesitlah keinginan Erwanto untuk meretas pohon kurma menjadi ikon Banjar. 

Awalnya, Erwanto menyemai sebanyak 200 biji pohon kurma, namun yang berhasil tumbuh dengan baik hanyalah 80 pohon saja. Hobi menyemai ini didapatkan Erwanto dari tanaman untuk hias, yang selanjutnya ia ingin mencoba menyemai kurma. 

Kegiatan menyemai pohon kurma ini, tidak ditujukan untuk menjadi penjual benih kurma. Uniknya ia justru berharap kota Banjar memiliki ciri khas pohon kurma, dan menjadikan kurma sebagai ikon kota Banjar. 

Pohon kurma yang disemai, tertanam di setiap mesjid yang memiliki lahan. Dari 80 pohon yang telah tumbuh tersebut, sebagian telah terdistribusi untuk ditanam pada beberapa masjid di kota Banjar. Rata-rata 5 pohon kurma akan ditanam, pada setiap masjid yang memiliki lahan di sekitar Kota Banjar. 

Penyemaian Kurma dari Kurma Arab
Erwanto tidak sembarang memilih pohon kurma, pada dasarnya pohon kurma memang tidak bisa ditanam di sembarang tempat. Penyemaian kurma pada tahap awal, menggunakan kurma arab. 

Waktu penyamaiannya sendiri bisa mencapai hingga 12 bulan, hingga tumbuh dengan baik. Kurma arab sendiri memang memerlukan waktu yang cukup lama, mulai dari penyemaiannya hingga berbuah dengan baik. 

Untuk menjadikannya sebagai ikon kota Banjar, setidaknya perlu 7 tahun bagi pohon kurma arab untuk berbuah. Hal itupun bisa terjadi dengan syarat pemeliharaan, dan penyerbukan yang baik dan intensif. 

Tidak hanya membutuhkan waktu lama, kurma arab pun memiliki kans berbuahnya tidak bisa dipastikan. Oleh karena itu, Erwanto menyarankan jika ingin menanam pohon kurma arab ada baiknya membeli bibit dari induk pohon yang sudah berbuah. 

Dengan menggunakan bibit dari induk pohon yang telah berbuah, bisa membuat waktu tumbuh dan berbuahnya menjadi lebih cepat. Meskipun harganya cukup mahal, namun hasilnya sangat tidak mengecewakan. 

Tentunya daripada menanam pohon kurma namun tidak terdapat jaminan pohon akan berbuah, akan lebih aman dengan membeli bibit pohon dari kurma yang telah berbuah. 

Langkah Menuju Ikon Banjar 
Erwanto pun memiliki hobby kepada pohon kurma, ia pun ingin pohon kurma yang tumbuh di kota Banjar ini bisa mengarahkan kurma menjadi ikon kota Banjar. 

Pada tahun 2018 lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober Erwanto membuka kebun pembibitan khusus untuk kurma skala rumahan. Sehingga siapapun yang memiliki lahan sekitar 100 meter persegi, dapat menanam kurma di pekarangan mereka. 

Saat ini Erwanto tidak lagi menyemai bibit kurma arab, ia memiliki varietas Henks 1. Jenis pohon kurma bibit trops ini, memiliki keunggulan cepat dalam penyamaiannya. 

Tidak hanya itu, waktu berbuahnya pun hanya memakan 2 tahun dari mulai tanam tunas. Tentunya bibit pohon kurma jenis ini, semakin membantu untuk memenuhi kota Banjar dengan pohon kurma. 

Bibit biji H1 sendiri dibeli secara impor dari Thailand, hal ini karena Thailand mengembang biakkan jenis pohon kurma tropis. Biji jenis pohon kurma di Banjar, akan tetap disemai menjadi kebun dan indukan pohon kurma. 

Nantinya akan banyak pohon kurma, yang ditanam di sekitar kota Banjar maupun daerah lainnya yang berasal dari kebun semai ini. 

Saat ini warga kota Banjar semakin mengeluarkan ide kreatif dan unik, salah satunya adalah dengan keinginan memenuhi Banjar dengan pohon kurma. 

Hal yang dimulai oleh salah satu warga Banjar ini, bisa jadi akan terwujud dalam beberapa tahun ke depan. Tentunya dengan semangat yang sama dan bantuan dari seluruh warga Banjar, tujuan membuat kurma sebagai ikon kota tidaklah mustahil. 

Posting Komentar

0 Komentar