Yang Sering Terlupakan Dalam Usaha Print Kaos

Bisnis print kaos memang menggiurkan, berbekal peralatan dan keterampilan dalam mendesain, bisnis pun dapat dijalankan. Tapi jangan salah, usaha sablon atau cetak kaos gak hanya bermodal dua hal itu aja. Nah, biar usaha kamu tetap lancar dan menarik calon pengguna jasa, perhatikan hal-hal berikut : 

Print Kaos

Kreativitas Desain, tak jarang para pelaku usaha print kaos berbatas pada desain yang gayanya itu-itu saja. Alasannya sederhana, “sudah pakemnya” atau “itu kan ciri khas”. Padahal nih ya, usaha jasa print kaos juga perlu pengembangan diri dari pemiliknya. Misalnya, yang biasanya cuma jago print kaos isinya tulisan, mulailah belajar desain yang lebih rumit. Seperti belajar untuk desain WPAP (Wheda’s Pop Art Portrait) yang tingkat kesulitannya cukup tinggi.

Persiapan Suplai, buka bisnis print kaos bukan berarti hanya mengandalkan mesin cetak dan tintanya saja. Siapkan juga bahan baku berupa kaos polos untuk jadi media pencetakan. Untuk itu, anda harus memiliki paling tidak dua toko yang dapat diajak kerjasama untuk menyuplai kaos, agar ketika pesanan dalam jumlah besar datang, proses produksi dapat berjalan sesuai jadwal. Ingat, kualitas bahan juga harus dijaga. Untuk itu harus konsisten dengan jenis kain yang digunakan, seperti apakah kaos yang digunakan bahannya cotton combed 20s, 24s, 30s atau justru 40s.

Promosi, yang paling mudah adalah melalui mulut ke mulut dari teman terdekat. Namun tidak ada salahnya anda juga mulai berani untuk mempromosikan usaha tersebut ke instansi-instansi yang cukup potensial. Misalnya sekolah, yang kerap mencari jasa cetak atau print kaos untuk acara maupun seragam. Jangan lupa juga berikan penawaran yang menarik dan sama-sama menguntungkan bagi kedua pihak, seperti diskon bagi pelanggan baru. Manfaatkan juga promosi di media sosial, yang saat ini menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk dan menggaet pelanggan baru.

Kuatkan Mental, nah, ini sebenarnya tak hanya berlaku di bisnis jasa print kaos dtg saja. Bisnis apapun, mental menjadi satu hal yang penting namun juga kerap dilupakan. Sebagai seorang pelaku usaha, selalu siapkan langkah antisipasi terhadap sesuatu yang di luar perkiraan. Katakanlah, jika kita mendapat pesanan dalam jumlah banyak dan kemudian bayaran yang diterima tidak kunjung datang padahal barang sudah diproduksi. Atau ketika kondisi keuangan usaha tidak mencukupi untuk sekedar membeli bahan baku. Bahkan pesatnya kemajuan usaha yang kita miliki juga memerlukan mental yang kuat lho, agar rasa cepat puas tidak serta merta menghalangi proses untuk berkembang.

Dana Darurat, terkadang, saking majunya sebuah usaha baru, kita jadi tidak sempat mengumpulkan atau menyisihkan pendapatan untuk dana tersebut. Yang dipikirkan biasanya adalah menambah modal, perawatan mesin, atau menambah bahan baku. Padahal, keberadaan dana ini sangat penting bagi kelangsungan usaha. Seperti saat kita sedang kepepet dan memerlukan sesuatu yang sangat penting, ketika modal usaha sablon sedang habis atau pas-pasan.

Posting Komentar

0 Komentar