3 Destinasi Wisata Alam di Makassar

Wisata Makassar Taman Nasional Bantimurung

Wisata alam salah satu obat untuk menghilangkan stres dan mengobati kebosanan dari rutinitas sehari-hari. Pun begitu jika kamu sudah memiliki buah hati dibandingkan membawanya ke Mall, mengajaknya melihat langsung ciptaan-Nya membuat ialebih aktif bertanya dan menyadari kehadiran penciptanya. Kota Makassar, destinasi wisata alam di Indonesia yang sebaiknya kamu kunjungi beserta keluara. Selain pantai dan pulau, masih ada destinasi alam lainnya yang dapat kamu kunjungi. Transportasi menuju Makassar pun lebih variatif sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Sama halnya dengan akomodasi, kamu bisa menemukan hotel di dekat Pantai Losari yang merupakan landmark Kota Anging Mamiri salah satunya Hotel Prima Makassar


Tertarik untuk menikmati alam di Kota Makassar? Berikut ini rekomendasi pilihan untuk kamu. 

1. Taman Nasional Bantimurung 

The Kingdom of Butterfly atau Kerajaan Kupu-Kupu patutlah disematkan untuk Taman Nasional Bantimurung karena sebanyak 100 spesies kupu-kupu dari 20 jenis kupu-kupu yang langka tinggal di sini seperti Cethosia Myrana, Papilo Adamantius, Troides Haliphron Boisduval, Troides Hypolitus Cramer, dan Troides Helena Linne. Kehidupan kupu-kupi di Taman Nasional Bantimurung didukung dengan vegetasi tropis dan keberadaan air terjun Batimurung membuat makanan untuk kupu-kupu tercukupi sehingga erkembangbiakannya cepat subur. 

Saat kamu membawa anak-anak ke sini pun, mereka akan tahu nama-nama kupu-kupu dan dapat menyaksikan langsung berbagai warna sayap kupu-kupu yang diawetkan. Bahkan, kamu dapat membawa cendera mata kupu-kupu yang telah diawetkan sebagai tanda bahwa kamu pernah berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung. Jika kamu menginap di Hotel Prima Makassar kurang lebih dalam waktu dua jam sudah tiba di Kabupaten Maros. Dengan mengeluarkan kocek Rp25.000, kamu sudah bisa melihat spesies kupu-kupu langka dan juga objek wisata lain di dalamnya seperti pemandian, air terjun, dan gua-gua. 

2. Salo Merung’e one atau Sungai Berbunyi

Wahana air yang satu ini benar-benar berbeda. Benar-benar tempat yang tepat untuk menenangkan diri dan menyatu dengan alam. Namun, tempat ini kurang cocok saat kamu membawa balita ataupun anak-anak. Air terjun ini berada di Dusun Lawware, Desa Ureng. Memerlukan waktu tiga jam jika dari Kota Makassar atau Hotel Prima Makassar. Sedangkan dari Kota Watampone hanya perlu 30 menit. Warga setempat menyebut tempat misterius ini Salo Merung’e atau Sungai Berbunyi. Baru satu tahun Salo Merunge ini dikenal sebagai objek wisata. 

Perjalanan menuju Sungai Berbunyi ini membutuhkan tenaga yang cukup besar, turun dari kendaraan kamu maih harus berjalan sejauh 30 meter kemudian untuk mandi, berenang ataupun sekedar berfoto di Sungai ini kamu harus turun menyusuri tebing curam setinggi lima meter. Para warga telah membuat pegangan dari bambu supaya wisatawan dapat mudah saat turun. Dari bawah kamu dapat melihat pemandangan stalagtit-tsalagtit yang besar dengan ujung tumpul. Muara air terjun tepat berada di tengah-tengah tebing-tebing atau bebatuan besar. Suara gemuruh air terjun dan udaranya yang sejuk akan mengobati rasa lelah selama perjalanan. Sebaiknya hindari datang ke sini saat musim hujan karena debit airnya yang tidak bisa diperhitungkan. 

3. Pulau Lae-Lae Makassar 

Pulau mungil dan eksotis ini menambah keragaman destinasi wisata alam yang harus kamu kunjungi di Makassar. Dari Pantai Losari, kamu dapat mengintip pulau ini karena lokasinya yang dekat. Untuk menuju Pulau Lae-Lae kamu harus menyebrang dulu dengan perahu atau speed boat dari Dermaga Kayu Bangkoa atau Demaga yang berada di depan Benteng Fort Rotterdam. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menyebrang dan menjelajah pulau ini. Jarak dari Hotel Prima Makassar ke dermaga keduanya pun hanya memerlukan waku 10 menit sehingga kamu bisa berangkat lebih pagi. Sebelum full booked agar tidak kesulitan mencari akomodasi yang dekat dengan Pulau Lae-Lae kamu bisa segera booking kamar hotel melalui reservasi.

Hanya dengan berbekar Rp20.000 hingga Rp35.000 per orang kamu sudah bisa menyebrang ke Pulau Lae-Lae dan tiba dalam waktu lima hingga sepuluh menit tergantung ombak di perairan. Pulau mungil yang hanya memiliki luas 0,4 hektar ini mampu membuat para pengunjung terpana dengan hamparan pasir putihnya yang memiliki butiran lembut. Jika biasanya kamu akan melihat pohon-pohon yang rindang di pinggiran pulau tapi tidak di Pulau Lae-Lae karena pepohonan di sini hanya tersisa ranting-ranting. 

Namun, hal itu malah menjadi keuntungan dan spot foto dengan background populer di sini. Untuk bersantai dan menanti sunset pihak pengelola sudah menyediakan hammock di antara pepohonan. Pengelola pun sudah menyediakan banyak fasilitas mulai dari tempat makan dan juga pondok. Pulau Lae-Lae pun bisa digunakan untuk snorkeling meskipun beberapa terumbu karangnya sudah ada yang rusak tetapi tidak akan menghalangi keindahan biota laut lainnya termasuk ikan-ikan tropis yang berwarna-warni. 

Bagaimana, sudah siap untuk menikmati wisata alam di Makassar? Untuk akomdasi, kamu dapat menyesuaikan dengan objek wisata yang dituju. Lebih mudah cari penginapan dan booking kamar hotel di reservasi. Dapatkan harga terbaik dan diskon!

Posting Komentar

0 Komentar